Blogroll

Selasa, 20 Juli 2021

Kunci Jawaban Buku Tematik 1 Kelas 2 SD Pembelajaran 6 Halaman 43

 Berikut merupakan Kunci Jawaban Buku Tematik 1 Kelas 2 SD Pembelajaran 6 Halaman 43.


Jawaban : 

Berwisata ke Kebun Binatang

Tujuan berwisata telah ditentukan dengan cara bermusyawarah.

Setelah terjadi perbedaan, akhirnya keputusan dapat diambil jalan tengah.

Akhirnya, tiba waktunya untuk berwisata. 

Pagi-pagi Nina sudah bangun.

Ibu, Faris, dan Nina sedang mempersiapkan bekal.

Ayah sedang menyiapkan mobil.

Setelah siap mereka berangkat naik mobil. 

Jalan tidak macet sehingga mereka cepat sampai.

Ayah memarkir mobil.

Ibu, Udin, dan Kakaknya antre membeli tiket masuk.


Disclaimer:

- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

- Mohon maaf apabila terjadi kesalahan pada jawaban di atas.

Kunci Jawaban Buku Tematik 1 Kelas 3 SD Pembelajaran 4 Halaman 37-38

 Berikut merupakan Kunci Jawaban Buku Tematik 1 Kelas 3 SD Pembelajaran 5 Halaman 37-38.


Jawaban :

Gambar 1 : Udin, Beni dan Edo sedang bermain pasir.

Gambar 2 : Edo makan tanpa mencuci tangan. Sementara Beni mencuci tangan terlebih dahulu.

Gambar 3 : Edo, Beni dan Udin sedang makan bersama.

Gambar 4 : Edo yang tidak mencuci tangan sedang terbaring sakit. 


Disclaimer:

- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

- Mohon maaf apabila terjadi kesalahan pada jawaban di atas.


Kunci Jawaban Buku Tematik 1 Kelas 3 SD Pembelajaran 4 Halaman 36

Berikut merupakan Kunci Jawaban Buku Tematik 1 Kelas 3 SD Pembelajaran 4 Halaman 36.

1. Apakah ukuran tubuhmu bertambah tinggi dari kelas 1 sampai kelas 3 ini?

Jawaban: Ya, ukuran tubuhku bertambah tinggi dari kelas 1 sampai kelas 3.

2. Bagaimana cara kamu mensyukuri proses pertumbuhan ini?

Jawaban: Aku menjaga tubuh dengan baik.


Disclaimer:

- Jawaban di atas hanya digunakan oleh orang tua untuk memandu proses belajar anak.

- Soal ini berupa pertanyaan terbuka yang artinya ada beberapa jawaban tidak terpaku seperti di atas.

- Mohon maaf apabila terjadi kesalahan pada jawaban di atas.


Sabtu, 06 Juni 2020

Hidup itu Pilihan

Ga sedikit orang gue rasa seringkali membuat pilihan hidup yang salah, isoke karna gue pun begitu. Di tahun ini, karna adanya pandemi gue semakin mikir, kenapa ya waktu dan hidup yang gue punya sedikit banget gue yang ngatur, gue yang meranin, gue yang ngejalanin sesuka gue. 
.
Mau tau contohnya hidup kita (gue dan lo) bukan sepenuhnya punya kita lagi? oke pertama, masih mikirin hari libur, jalan dan have fun nunggu hari minggu, mau ke ancol aja nunggu weekend, kita udah ga bisa have fun di waktu yang kita sukai, langsung cus itu ga bisa. Disitu mulai sadar, oh iya, berarti ada yang salah sama pilihan hidup kita, mulai dari pekerjaan atu pendidikan, kalo kita ngerasa dikekang dan ga fun ngejalaninnya, fix, lo, gue, kita, SALAH PILIH. semua akan berasa fun kalo memang kita berada di pilihan yang teoat, yang sesuai dengan hobby, pasion entah apalah itu, but its true, kalo lo masih ga ngerasa fun, se hebat apapun lo dalam pendidikan dan pekerjaan lo, itu bukan hidup lo, gue, kita. silakan berargumen, sekali lagi but its true.
.
kedua, NGERASA KAYA A.K.A SOK KAYA

Kamis, 16 April 2020

untuk diingat

For MySelf

Hari ini, tepat pada Kamis 16 April 2020 
untuk yang kesekian kalinya dan terakhir kalinya, doakan. 

Saya yang selalu tertipu oleh perasaan, membuat suatu perjanjian untuk diri saya sendiri, dimana saya harus mencintai diri saya sendiri, harus selalu mementingkan diri saya sendiri, selalu berpikir dengan logika dan tidak mengandalkan perasaan. 

Penyakit selalu datang kala saya tidak bisa mengontrol diri saya sendiri, kala saya mudah sekali tertipu oleh perasaan sendiri, saya yang harusnya bisa bersenang--senan dengan diri saya sendiri, terjebak oleh kesalahan dan perasaan sendiri. 

Menyadari sesuatu yang benar memang sulit, memang tidak mudah. Saya yakin saya bisa melewati itu semua. 

Untuk yang kesekian kalinya tangguhku dilemahkan, harga diriku diacuhkan.

Semoga sadarku makin terlatih untuk bisa memilih mana yang terbaik untuk dikonsumsi diri sendiri. 

Saya rasa cukup saya tahu bahwa orang yang paling mengeri diri saya sendiri adalah SAYA. 

tidak lupa juga orang yang selalu tulus dengan saya, ibu,ibu,ibu, ayah.

saya rasa diri sendiri, org tua, dan segelintir org yg masih sayang dengan saya sudah lebih dari cukup.


Senin, 06 Januari 2020

selflove

gue yang rasanya benci banget sama diri gue sendiri kalo gue lagi males, lagi rebahan ga karuan, lagi gabut banget, malahan yang paling sebel adalah main game karna ga ada kerjaan.
.
.
sebenernya gue agak campur apa yang mau gue bahas disini, mengenai rasa malas dan mencintai diri sendiri.
.
.
oke rasa malas dulu kalo gitu, setiap orang pasti punya batasan untuk melakukan berbagai hal, entah belajar, hang out, beres beres, bahkan dalam hal bangun dari tidur sekalipun.
nah, apa sih sebenernya penyebab rasa malas ini, malas untuk berfikir, bergerak ini yang paling sering terjadi.
oke mari kita bahas akar dari masalah malas ini menurut versi gue....
1. kehilangan arah/tujuan
ini bisa jadi penyebab rasa malas, karna udah gatau hidup mau ngapain lagi ya, gue setelah ini mau ngapain yah.. yg lebih parah malah ga punya tujuan hidup, nah bandingin sama orang yang punya tuuan hidup misal tujuan nya hidup di dunia ini adalah untuk mencari bekal akhirat, pasti ia akan rajin beribadah, melakukan banyak kebaikan, dan melakukan kegiatan yang bisa menambah bekal akhiratnya.
.
nah solusi dari masalah ini menurut w adalah lo harus punya tujuan hidup lo, misal tujuan lo didunia ini tuh mau jadi biduan ya carilah panggung bakal lo nyanyi heheheheheheheheh....
ya gitulah, intinya ya lo harus tau la apa tujuan lo hidup di dunia ini supaya lo tau langkah apa yang bisa lo ambil dan ada kegiatan yang bisa lo lakuin untuk menuju ke arah tersebut.
.
.
2. ntar lagi dilanjut mau makan telor

Kamis, 26 Desember 2019

Ngemengin feminisme dan kekerasan seksual.

Setiap kali kita ngomongin tentang gender quality, feminisme, dan kekerasan seksual, sering kali kata or argue 'not all man' atau 'gak semua laki laki' kita denger atau lihat. argumen ini kaya pengen kasih tau bahwa ga semua laki laki itu brengsek, patriarkis which is kita semua udah tau gitu. sekarang, kenapa argumen not all man itu problematik? Karna argumen ini udh masuk ke bentuk interupsi, tau kan dalam kehidupan sehari2 aja perempuan udah banyak mengalami interupsi, man planning, ga bisa get the point across  karna mungkin dianggap omongannya ga penting, invisible gitu. argumen ini kaya ngegeser fokus pembicaraan yang harusnya kita fokus pada fakta bahwa perempuan sampai sekarang ini masih banyak mejadi korban kekerasan seksual menjadi ga semua laki laki itu brengsek.
....
lanjut, yang paling sering atau banyak terjadi ini sewaktu perempuan curhat masalah pribadi tentang kekerasan seksual yang dialaminya, dan tanggapan pendengar adalah menyebut argumen tadi 'not all man' apalagi kalo curhat nya ke laki laki. Perempuan ga pernah nge cap semua laki laki itu brengsek, cuma kata kata not all man itu harusnya ga perlu disebut. Mungkin yang berargumen demikian merasa disamakan dengen laki laki yang brengsek, sehingga disebutlah argumen seperti itu bahwa ga semua laki laki ko begitu... padahal ketika seorang perempuan membagikan pengalamannya, they are spesifically talking about their valid experience, they're not talking about you. Daripada laki-laki mencoba ngejaga image mereka, kenapa ga mereka dengerin aja cerita dari si cewe ini, setelah itu coba diresapi, dipahamin, supaya laki laki lebih aware bahwa ada masalah seperti ini.
..
dari dulu sampe sekarang, perempuan harus selalu mawas diri dari laki laki, karna siapa tau kita dipertemukan dengan laki laki brengsek ini. ga diluar rumah aja, didalem pun bisa spt ayah tiri, paman, saudara laki laki.
wanita di objectifikasi, seharusnya laki laki lebih peka, memberi ruang kepada perempuan untuk bersuara dan memberi ruang pada perempuan untuk bercerita.
...
apa yang kalian lakuin kalo ada cewe yang kena pelecehan seksual di deket kalian? secara ga sadar kalian para laki laki punya tanggung jawab disini. kenapa culture toxic ini masih eksis sampe sekarang di masyarakat ya karena laki laki juga membantu hal itu untuk tetep ada, laki laki ga protes kalo ada deskriminasi gender, laki laki juga ga protes kalo ada temennya yang emotional abbusive atau bahkan melakukan kekerasan gitu ke pasangannya, entah itu ke cewe nya atau ke istrinya. Mereka diem aja as long as mereka ga dirugiin, mungkin mereka gamau cari ribut, mungkin mereka gamau ikut campur urusan orang lain, dengan diam nya laki laki, mereka mengizinkan laki laki brengsek ini untuk bertindak semena-mena kepada perempuan. ditambah lagi kalo mereka pae alasan not all man, mereka malah memberi alasan kepada cowo cowo brengsek ini untuk terus melakukan hal tersebut. they are giving those excuse to hurt girls.

..
..
..
..
..